| Sudahkah anda Baca Basmallah?
"Itadakimasu…!" Terdengar
teriakan suara anak kecil. Onigiri di tangan, bersiap disuapkan ke mulut.
Tiba-tiba, suara lembut sang ibu bertanya sambil menahan tangan sang anak.
"Sudah baca Bismillah belum?" Merasa kenyamanannya terganggu, si anak lalu
berkata, "Tidak mau!" Mendengar jawaban seperti itu, sang Ibu berkata tegas,
"Belum Bismillah, berarti onigiri ini nggak boleh dimakan. "Entah karena
lapar atau memang tidak suka dengan teguran sang Ibu, si anak mulai ‘ngadat’
menangis keras. Salah satu teman si ibu yang melihat kejadian tersebut
berkata. "Biarin aja onigirinya dimakan, sudah ngucapin itadakimasu, ya kan?"
Sekilas ia melirik seolah mencari persetujuan.
Situasi seperti ini,
pernah saya temui dalam acara pertemuan ibu-ibu. Ya betul, secara table
manner Jepang, ucapan anak tersebut sudah benar. Tapi secara manner Islam,
apakah sudah cukup? Tiba-tiba ingatan saya melayang pada sebuah buku yang
berkisah tentang keutamaan basmallah. Pun teringat kepada seorang teman
muslimah Jepang.
Dalam buku tersebut diceritakan, ada seorang isteri
bersuamikan seorang munafiq. Sang isteri memiliki kebiasaan membaca basmallah
setiap akan memulai sesuatu. Sang suami membenci perbuatan tersebut. Hingga
suatu saat dia berjanji dalam hati, "Saya akan membuatnya malu!" Untuk
melaksanakan niatnya, si suami memberikan pundi uang dan berkata, "simpanlah
pundi ini. " Sang isteri menerima dan menyimpannya di sebuah tempat sambil
mengucapkan basmallah.
Selang beberapa hari, diam-diam, sang suami
mengambil pundi tersebut lalu membuangnya ke sumur belakang. Ia merasa senang
karena akan bisa membuktikan pada isterinya bahwa tidak ada manfaatnya
mengucapkan basmallah. Kemudian sang suami berpura-pura meminta isterinya
untuk mengembalikan pundinya. Sang isteri mencari pundi tersebut di tempat ia
menyimpannya sambil membaca basmallah.
Bersamaan dengan itu, Allah SWT
memerintahkan Jibril turun ke dasar sumur untuk mengembalikan pundi tersebut.
Sang isteri yang tidak mengetahui ulah suaminya, dengan mudah menemukan pundi
yang dimaksud. Melihat hal itu sang suami terkesima dan bertaubat.
Ada
pula kisah tentang Abu Muslim al-Khulani. Ia memiliki budak perempuan yang
sangat benci padanya. Setiap hari, budak perempuan tersebut selalu menuangkan
racun ke dalam minuman majikannya. Hal tersebut berlangsung hingga jangka
waktu yang lama. Namun tidak ada perubahan sedikitpun pada sang
majikan.
Hingga ia berterus terang. "Aku telah menuangkan racun sejak
lama, akan tetapi tidak ada pengaruhnya sama sekali pada anda… " Mendengar
itu, Abu Muslim berkata, "Setiap kali saya akan makan, minum atau
melakukan pekerjaan, selalu membaca bismillahirrahmanirrahim.
"
Sedangkan cerita lain tentang kekuatan basmallah, saya dengar langsung
dari seorang teman muslimah Jepang. Sebutlah Tomoko-san. Bertemu pertama
kali dalam satu pengajian di masjid sekitar Tokyo. Seringnya bertemu ada
rasa penasaran yang tersimpan di hati. Bagaimana hidayah Islam itu
datang padanya? Karena yang saya tahu, ia bersyahadah bukan karena
pernikahan dengan seorang muslim. Hingga suatu saat saya beranikan diri
bertanya.
Alasannya singkat. Ia mengenal Islam, karena terpesona dengan
basmallah. Kalimat tersebut tidak sengaja ia temukan sewaktu masih SMA, di
sebuah toko buku, di salah satu pojok bacaan tentang Islam. Di sana ia
menemukan tulisan "Bismilahiirrahmanirrahim (Dengan nama Allah Yang Maha
Pengasih dan Maha Penyayang). " Pertama kali membaca kalimat tersebut,
dadanya bergetar. Siapa Allah itu? Kenapa Ia memiliki rasa Maha Pengasih dan
Penyayang? Darimana asalnya kata-kata seindah ini?
Sejak saat itu, ia
seolah ‘jatuh cinta, ‘ pada basmallah. Meskipun tidak pernah tahu arti
sesungguhnya bacaan tersebut, tapi ia percaya bahwa basmallah adalah sebuah
‘jampi-jampi’ yang dapat menjaganya dari hal-hal yang buruk. Di atas tempat
tidur, meja belajar, di setiap buku ataupun dalam omamori pasti ia tulis
kalimat tersebut.
Hingga suatu saat salah seorang guru yang
mengetahuinya, melarang untuk meneruskan kebiasaan tersebut. Juga menasehati
agar tidak membuka buku-buku tentang Islam. "Agama teroris, " begitu ucapan
gurunya saat itu. Tomoko san hanya bisa tercengang kaget mendengar penjelasan
tersebut. Benarkan Islam agama teroris? Jika teroris, mengapa memiliki
kata-kata yang begitu indah seperti ini? Semakin hari, semakin penasaran ia
dibuatnya.
Setelah lulus SMA, keinginannya untuk mengetahui arti
sesungguhnya kata basmallah semakin kuat. Ia mulai rajin membaca beberapa
buku Islam dan mendatangi perkumpulan-perkumpulan muslim. Hingga akhirnya
hidayah itu datang dan syahadat diikrarkan. Ia percaya, dari kalimat
basmallah jalan menuju hidayah terbuka.
*** Betapa hebat kekuatan
basmallah. Meskipun secara sadar ataupun tidak, kadang kita melupakannya.
Terimbas oleh kata-kata lain yang dianggap lebih baik. Terutama bagi muslim
yang tinggal di Jepang, sebuah negara sekuler yang memiliki pola pemikiran
‘Islami’ tertib, teratur, disiplin.
Pola pemikiran mereka, terkadang
menggeser pola pemikiran Islam. Tidak salah jika sang ibu di cerita atas,
begitu tegas mengajarkan anaknya ucapan basmallah. Ibu tersebut pasti tidak
ingin buah hati tercintanya terimbas oleh pola pemikiran Jepang. Dasar-dasar
Islam harus diterapkan sedini mungkin agar di manapun berada, seorang muslim
tetap memiliki izzah Islam.
Kembali ke basmallah, jika ditelusuri, kita
akan menemukan mutiara ilmu yang luar biasa pada bacaan tersebut. Menyebut
bismillah di permulaan tiap pekerjaan berarti kita sedang mengingat akan
kebesaran Allah swt. Menyadari akan keagungan-Nya. Mendatangkan
perlindungan-Nya. Betapapun sulit dan berat sebuah pekerjaan, akan terasa
ringan dengan mengucapkan basmallah, karena ia mendatangkan ketenangan lahir
batin. Kekuatannya tidak bisa tergantikan, meskipun ada kata-kata lain yang
memiliki arti sedemikian bagusnya.
Jadi, tidaklah salah jika saya
bertanya pada anda, "sudah baca basmallah?" Untuk mengawali aktifitas membaca
tulisan ini.
Wallahu`alambisshowab.
Catatan: 1. Itadakimasu =
Diucapkan oleh orang Jepang sebelum makan. Yang memiliki arti harfiah "saya
terima berkah makanan ini" 2. Onigiri = Bulatan nasi khas Jepang yang
dibungkus rumput laut. 3. Omamori = Benda (jimat ) yang dianggap sebagai
pelindung. |