Archive for February, 2007

kisah nyata

Tuesday, February 27th, 2007

(Kisah Nyata)

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?

Apakah kejahatan itu ada?

Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.

"Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor 

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?". Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma

Newton

untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya." Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah  kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.

"Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya." Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

semuanya pasti ada alasan….

Wednesday, February 7th, 2007

Semua
dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar
angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat.

Aku tidak
memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.

Gedung
Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat
ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru.

Aku warga
biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke
Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos.

Akhirnya
datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan
pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.

Selama
beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA
mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa
lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku.

 

Beberapa
waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot
khusus di Kennedy Space Center.

Dari
43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100
orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi,
latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa
melewati ujian akhir ini?

Tuhan,
biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa. Lalu tibalah berita yang
menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku
hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah
menggantikan kebahagiaanku.

Aku
mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku?

 

Bagian
diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam?

Aku
berpaling pada ayahku. Katanya,"Semua terjadi karena suatu alasan."

Selasa,
28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran
Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang
impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar
berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku?

 

Tujuh
puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus
semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.

Aku
teringat kata-kata ayahku, "Semua terjadi karena suatu alasan." Aku
tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya
karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki
misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.

Aku
menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur
pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Tuhan
mengabulkan doa kita dengan 3 cara :

1.
Apabila Tuhan mengatakan YA

Maka kita
akan mendapatkan apa yang kita minta

2.
Apabila Tuhan mengatakan TIDAK

Maka kita
akan mendapatkan yang lebih baik

3.
Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU

Maka kita
akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan kehendak NYA