Keutamaan Basmallah

October 23rd, 2007 by moko-fido

Sedikit cerita tentang keutamaan
Basmallah….

Sudahkah anda Baca Basmallah?

"Itadakimasu…!" Terdengar
teriakan suara anak kecil. Onigiri di tangan,
bersiap disuapkan ke mulut.
Tiba-tiba, suara lembut sang ibu bertanya sambil
menahan tangan sang anak.
"Sudah baca Bismillah belum?" Merasa kenyamanannya
terganggu, si anak lalu
berkata, "Tidak mau!" Mendengar jawaban seperti itu,
sang Ibu berkata tegas,
"Belum Bismillah, berarti onigiri ini nggak boleh
dimakan. "Entah karena
lapar atau memang tidak suka dengan teguran sang Ibu,
si anak mulai ‘ngadat’
menangis keras. Salah satu teman si ibu yang melihat
kejadian tersebut
berkata. "Biarin aja onigirinya dimakan, sudah ngucapin
itadakimasu, ya kan?"
Sekilas ia melirik seolah mencari persetujuan.

Situasi seperti ini,
pernah saya temui dalam acara pertemuan ibu-ibu. Ya
betul, secara table
manner Jepang, ucapan anak tersebut sudah benar. Tapi
secara manner Islam,
apakah sudah cukup? Tiba-tiba ingatan saya melayang
pada sebuah buku yang
berkisah tentang keutamaan basmallah. Pun teringat
kepada seorang teman
muslimah Jepang.

Dalam buku tersebut diceritakan, ada seorang isteri
bersuamikan seorang
munafiq. Sang isteri memiliki kebiasaan membaca basmallah
setiap akan
memulai sesuatu. Sang suami membenci perbuatan tersebut. Hingga
suatu saat
dia berjanji dalam hati, "Saya akan membuatnya malu!" Untuk
melaksanakan
niatnya, si suami memberikan pundi uang dan berkata, "simpanlah
pundi ini. "
Sang isteri menerima dan menyimpannya di sebuah tempat sambil
mengucapkan
basmallah.

Selang beberapa hari, diam-diam, sang suami
mengambil pundi tersebut lalu
membuangnya ke sumur belakang. Ia merasa senang
karena akan bisa membuktikan
pada isterinya bahwa tidak ada manfaatnya
mengucapkan basmallah. Kemudian
sang suami berpura-pura meminta isterinya
untuk mengembalikan pundinya. Sang
isteri mencari pundi tersebut di tempat ia
menyimpannya sambil membaca
basmallah.

Bersamaan dengan itu, Allah SWT
memerintahkan Jibril turun ke dasar sumur
untuk mengembalikan pundi tersebut.
Sang isteri yang tidak mengetahui ulah
suaminya, dengan mudah menemukan pundi
yang dimaksud. Melihat hal itu sang
suami terkesima dan bertaubat.

Ada
pula kisah tentang Abu Muslim al-Khulani. Ia memiliki budak perempuan
yang
sangat benci padanya. Setiap hari, budak perempuan tersebut selalu
menuangkan
racun ke dalam minuman majikannya. Hal tersebut berlangsung
hingga jangka
waktu yang lama. Namun tidak ada perubahan sedikitpun pada
sang
majikan.

Hingga ia berterus terang. "Aku telah menuangkan racun sejak
lama, akan
tetapi tidak ada pengaruhnya sama sekali pada anda… " Mendengar
itu, Abu
Muslim berkata, "Setiap kali saya akan makan, minum atau
melakukan
pekerjaan, selalu membaca bismillahirrahmanirrahim.
"

Sedangkan cerita lain tentang kekuatan basmallah, saya dengar langsung
dari
seorang teman muslimah Jepang. Sebutlah Tomoko-san. Bertemu pertama
kali
dalam satu pengajian di masjid sekitar Tokyo. Seringnya bertemu ada
rasa
penasaran yang tersimpan di hati. Bagaimana hidayah Islam itu
datang
padanya? Karena yang saya tahu, ia bersyahadah bukan karena
pernikahan
dengan seorang muslim. Hingga suatu saat saya beranikan diri
bertanya.

Alasannya singkat. Ia mengenal Islam, karena terpesona dengan
basmallah.
Kalimat tersebut tidak sengaja ia temukan sewaktu masih SMA, di
sebuah toko
buku, di salah satu pojok bacaan tentang Islam. Di sana ia
menemukan tulisan
"Bismilahiirrahmanirrahim (Dengan nama Allah Yang Maha
Pengasih dan Maha
Penyayang). " Pertama kali membaca kalimat tersebut,
dadanya bergetar. Siapa
Allah itu? Kenapa Ia memiliki rasa Maha Pengasih dan
Penyayang? Darimana
asalnya kata-kata seindah ini?

Sejak saat itu, ia
seolah ‘jatuh cinta, ‘ pada basmallah. Meskipun tidak
pernah tahu arti
sesungguhnya bacaan tersebut, tapi ia percaya bahwa
basmallah adalah sebuah
‘jampi-jampi’ yang dapat menjaganya dari hal-hal
yang buruk. Di atas tempat
tidur, meja belajar, di setiap buku ataupun dalam
omamori pasti ia tulis
kalimat tersebut.

Hingga suatu saat salah seorang guru yang
mengetahuinya, melarang untuk
meneruskan kebiasaan tersebut. Juga menasehati
agar tidak membuka buku-buku
tentang Islam. "Agama teroris, " begitu ucapan
gurunya saat itu. Tomoko san
hanya bisa tercengang kaget mendengar penjelasan
tersebut. Benarkan Islam
agama teroris? Jika teroris, mengapa memiliki
kata-kata yang begitu indah
seperti ini? Semakin hari, semakin penasaran ia
dibuatnya.

Setelah lulus SMA, keinginannya untuk mengetahui arti
sesungguhnya kata
basmallah semakin kuat. Ia mulai rajin membaca beberapa
buku Islam dan
mendatangi perkumpulan-perkumpulan muslim. Hingga akhirnya
hidayah itu
datang dan syahadat diikrarkan. Ia percaya, dari kalimat
basmallah jalan
menuju hidayah terbuka.

***
Betapa hebat kekuatan
basmallah. Meskipun secara sadar ataupun tidak, kadang
kita melupakannya.
Terimbas oleh kata-kata lain yang dianggap lebih baik.
Terutama bagi muslim
yang tinggal di Jepang, sebuah negara sekuler yang
memiliki pola pemikiran
‘Islami’ tertib, teratur, disiplin.

Pola pemikiran mereka, terkadang
menggeser pola pemikiran Islam. Tidak salah
jika sang ibu di cerita atas,
begitu tegas mengajarkan anaknya ucapan
basmallah. Ibu tersebut pasti tidak
ingin buah hati tercintanya terimbas
oleh pola pemikiran Jepang. Dasar-dasar
Islam harus diterapkan sedini
mungkin agar di manapun berada, seorang muslim
tetap memiliki izzah Islam.

Kembali ke basmallah, jika ditelusuri, kita
akan menemukan mutiara ilmu yang
luar biasa pada bacaan tersebut. Menyebut
bismillah di permulaan tiap
pekerjaan berarti kita sedang mengingat akan
kebesaran Allah swt. Menyadari
akan keagungan-Nya. Mendatangkan
perlindungan-Nya. Betapapun sulit dan berat
sebuah pekerjaan, akan terasa
ringan dengan mengucapkan basmallah, karena ia
mendatangkan ketenangan lahir
batin. Kekuatannya tidak bisa tergantikan,
meskipun ada kata-kata lain yang
memiliki arti sedemikian bagusnya.

Jadi, tidaklah salah jika saya
bertanya pada anda, "sudah baca basmallah?"
Untuk mengawali aktifitas membaca
tulisan ini.

Wallahu`alambisshowab.

Catatan:
1. Itadakimasu =
Diucapkan oleh orang Jepang sebelum makan. Yang memiliki
arti harfiah "saya
terima berkah makanan ini"
2. Onigiri = Bulatan nasi khas Jepang yang
dibungkus rumput laut.
3. Omamori = Benda (jimat ) yang dianggap sebagai
pelindung.

Perkara sebelum tidur

September 11th, 2007 by moko-fido

    
       
         

       
    
      

   

   

   
      

Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : "Ya Aisyah jangan engkau tidur
sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
1. Sebelum khatam Al Qur’an,
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3. Sebelum para muslim meridloi kamu,
4. Sebelum kaulaksanakan haji dan umroh….

"Bertanya Aisyah :
"Ya Rasulullah…. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?"
Rasul tersenyum dan bersabda : "Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tigakali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur’an. "
Bismillaahirrohmaanirrohiim,
Qulhualloohu ahad’ Alloohushshomad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ( 3 x )
Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat.
Bismillaahirrohmaanirrohiim, Alloohumma shollii ‘alaa syaidinaa
Muhammad wa’alaa aalii syaidinaa Muhammad ( 3 x ) Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredloi kamu.
Astaghfirulloohal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum
wa atuubu ilaih ( 3 x ) Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka
seakan-akankamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh"
Bismillaahirrohmaanirrohiim, Subhanalloohi Walhamdulillaahi walaailaaha
illalloohu alloohu akbar(3 x )
Sekian untuk ingatan kita bersama.

March 15th, 2007 by moko-fido

KerisPatih - Mengenangmu

Takkan pernah habis air mataku
Bila ku ingat tentang dirimu
Mungkin hanya kau yang tahu
Mengapa sampai saat ini ku masih sendiri

Adakah disana kau rindu padaku
Meski kita kini ada di dunia berbeda
Bila masih mungkin waktu berputar
Kan kutunggu dirimu …

Reff:
Biarlah ku simpan sampai nanti aku kan ada di sana
Tenanglah diriku dalam kedamaian
Ingatlah cintaku kau tak terlihat lagi
Namun cintamu abadi …

Sumber: LirikLaguIndonesia.Net

hikmah adanya siang dan malam

March 5th, 2007 by moko-fido

HIKMAH PERGANTIAN SIANG DAN MALAM

 

Sebagaimana senangnya kita menerima siang,
kitapun harus senang menerima kehadiran
malam.

Sebagaimana siapnya kita menerima terang,

kitapun harus siap menerima datangnya
kegalapan.

Sebagaimana senangnya kita menerima
kemudahan,

kita mesti senang menerima
kesulitan

Apa hikmah yang bisa
kita petik dari pergantian siang dan malam? Salahsatunya adalah kehidupan tidak
selamanya terang.

Ada

malam yang bakal menjelang. Dan sebaliknya, kehidupan juga
tidak selamanya gelap. Pasti ada pagi yang akan datang membawa terang.

Saudaraku, tidak selamnya manusia berada di dalam kesenangan.

Ada


saat-saat di mana manusia disentuh kesusahan, disapa kesulitan. Nah, baiknya
apapun keadaan yang kita lalui, jangan sampai kehilangan kebersyukuran. Karena
ketahuliah saudaraku, tidak banyak orang yang dapat bersyukur ketika diberi
kesenangan. Dan tambah banyak lagi yang tidak mampu bersyukur di tengah
kesulitan yang mendera. Sedangkan kita harus menjadi pemenang di setiap apapun
keadaan kita, dengan menjadi manusia-manusia yang penuh syukur. Apalagi kita
juga harus fair. Sebagimana senangnya kita menerima kesenangan, kita juga mesti
senang (baca: siap, ridho, ikhlas, sabar dan syukur) menerima kesulitan.
Keikhlasan kita menerima kesulitan, keikhlasan kita menerima kesusahan, akan
membuat tubuh kita, hati kita, dan pikiran kita juga menolak menderita. Sebab
ia bukan lagi penderitaan, melainkan anugerah Ilahi. Kemudian setelahnya kita
tanamkan keyakinan, bahwa kesulitan dan permasalahan yang kita hadapi adalah
sebagai pintu bagi datangnya kesenangan sesudahnya. Dan memang ini yang harus
kita yakini; tidak selamanya kita akan sudah. Yakinlah, kesusahan akan berlalu.
Senang itu biasa.

Susah

itu juga biasa. Sebagaimana datangnya siang dan malam, ia
akan senantiasa berputar. Dan inilah kehidupan.

Sementara itu, ada
memang yang menggelapkan siangnya sendiri. Tidak mengapa. Allah Maha Rahman
Maha Rahim, Maha Pengasih Maha Penyayang. Di antara kerahmanan dan
kerahiman-Nya, Dia membuka pintu ampunan sepanjang umur kita. Dia bentangkan
kebijaksanaan penagmpunan dan maaf-Nya untuk kita. Dia bentangkan kebijaksanaan
pengampunan dan maaf-Nya untuk kita, selama kita hidup. Kalaulah kesulitan yang
ada, kalulah kesusahan yang timbul, kalualah permaslahan yang hadir, adalah
memang sebab satu dua kesalahan kita, terhadap Allah dan terhadap manusia, maka
memohon ampun, memperbanyak istighfar, memperbanyak sedekah, dan perbaikan
diri, akan menyebabkan semua duka berlalu dari kehidupan kita. Kehdidupan kita akan
terang kembali.

Di malam hari ada
bintang dan rembulan, yang menyinari malam. Inilah sebagian tanda-tanda-Nya,
bahwa meskipun kehidupan kita sedang gelap, maka cahaya iman akan bisa terus
menerus menerangi kegelapan kita. Dengan iman, kita bisa mensyukuri semua
keadaan. Ketika di atas kita tidak lupa, dan ketika di bawah kita tidak
berputus asa.

Di malam hari yang mestinya sunyi, pun ramai
dengan binatang malam. Menghidupkan malam yang harusnya mati. Inilah juga
sebagian tanda-tanda-Nya. Kita belajar menghidupkan hati dengan membangun iman
di hati kita. Bahwa di tengah kehidupan kita, di tengah kesulitan dan kesusahan
kita, di tengah permasalahan dan keinginan kita, ada Allah Yang Maha Kuasa atas
segala hal. Ada Allah Yang Maha Melihat kesusahan kita. Ada Allah Yang Maha
Kuasa-Nya tidak berbatas tidak bertepi.

Ada


Allah Yang Maha Menolong.

Ada

Allah Maha Meringankan.

Ada


Allah Yang Maha Memudahkan. Ada Allah Yang Maha Mengubah keadaan…

Selalu ada Allah di kehidupan ini, Yang Maha
Segala-galanya. Kita tinggal melangkah kepada Allah, datang dan mendekatkan
diri kep[ada-Nya, kemudian mengundang-Nya hadir di kehidupan kita. Bila salah
minta ampun, bila kurang benar minta diluruskan, bila diuji minta disabarkan.
Kepada siapa lagi kita hadapkan permasalahan kita kalau bukan pada-Nya?
Sedangkan kita tahu, bahwa dunia ini, dengan segala isinya, termasuk kesusahan
dan kesenangan kita, keinginan dan kehendak kita, ada di dalam genggaman-Nya.

Semoga Allah menjadikan kita manusia-manusia yang bisa
selalu mengintropeksi diri dan memperbaiki diri. Semoga Allah Yang Maha
Menyelamatkan, menyelamatkan kita semua dari kebodohan dan keburukan diri kita
sendiri. Semoga pula Allah menyelamatkan yang lain dari kesalahan dan dosa diri
kita sendiri. Supaya kita tidak menjadi penyebab bagi keburukan dan kesulitan
orang lain. Dan semoga kita menjadi manusia-manusia yang banyak manfaatnya,
sedikit madharatnya.

 

 

 

(ARTIKEL
- 1)

SABAR ATAS UJIAN

 

Allah pasti akan memberikan ganti rugi untuk setiap bentuk
kesusahan, asal kita sabar, asal kita ridha dan asal kita ikhlas. Firman Allah,

“Sungguh kami akan uji kalian dengan
satu hal, entah itu berupa ketakutan, kekurangan harta, kehilangan jiwa dan
kekurangan pangan. Tapi kebakaran berita gembira kepada mereka yang sabar.
Yaitu orang-orang yang menyandarkan diri dan mengembalikan segala bentuk
kesusahan itu kepada Allah semata, dengan menyadari bahwa apapun adalah
kepunyan Allah dan akan kembali kepada-Nya juga.Bahwa terhadap mereka itu, akan
ada shalawat dan ramah, dari tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang
berhak untuk mendapatkan hudan – petunjuk – “

( al baqarah : 155-157).

Begitulah, terhadap segala hal yang berupa ujian dari 5 katagori yang disebut
qur’an di atas ( ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, kehilangan jiwa, dan kekurangan
pangan ),Allah minta kita semua untuk bersabar, karena disediakan ganti
dari-Nya yang lebih baik.bagi mereka mempunyai kesabaran.
Kalimat penghujung ayat di atas ( al baqarah : 157 ) inilah yang kurang
disadari oleh banyak orang, bahwa Allah menawarkan shalawat, rahmah dan hudan
sebagai pengganti ujian itu.
Baik adanya kita perhatikan lagi ayat Allah yang sangat menggugah perasaan ini
– semestinya -;
“Terhadap mereka yang bersabar, akan ada shalawat dan rahmah, dari tuhan
mereka, dan merekalah orang-orang yang berhak untuk mendapatkan hudan –
petunjuk –“ (al baqarah : 157).

 

 

 

 

BANYAK
MANUSIA YANG LUPA

 

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang
yang melupakan Allah,

maka Allah membuat mereka lupa diri 
Dan mereka temasuk orang-orang yang fasiq"
(QS. Al-Hasyr [59]: 19

 

Tawaran Allah sudah sangat jelas yaitu barang
siapa yang mengingat-Nya maka Allah akan mengingatnya. Bila kita mengingat
Allah di kala senang maka Ia akan mengingat kita di kala kesedihan merundung,
bila kita mengingat-Nya di kala lapang maka Ia akan mengingat kita di kala
kesempitan menghimpit, bila kita mengingat-Nya di kala kaya maka Ia akan
mengingat kita di kala miskin, bila kita mengingat-Nya di kala jaya maka kita
akan di ingat olenya dikala bangkrut dan terpuruk, bila kita mengingatnya di
kala malam maka Ia akan mengingat kita di kala siang dan seterusnya.
   

Banyak manusia yang lupa, bahwa ketika dia
bermasalah, mempunyai kesulitan, atau mempunyai keinginan, tidak ada yang bisa
menolong kecuali Allah. Akibatnya, banyak yang nungguin mentok, artinya ia cari jalan dan solusi
sekenanya dan sekuat tenaga tanpa melibatkan Allah, ketika urusan ke kanan
mentok ke kiri mentok barulah dia mencari Allah. Bolehlah saya sebut beberapa
keadaan:

  • Ada

    anak muda, yang mencari
         pekerjaan. Bertahun-tahun dia mencari pekerjaan, tapi tak kunjung datang
         pekerjaan yang dia maksud. Setelah sekian tahun, barulah dia menyadari,
         bahwa ikhtiarnya itu belum dibarengi dengan kekuatan Allah. Akhirnya
         barulah kemudian dia mencari Allah.

  • Ada

    orang yang terhimpit beban
         kehidupan berupa hutang. Lama dia mencari solusi untuk hutangnya. Tapi apa
         yang terjadi, semakin dia mencari solusi buat hutangnya, tuh hutang malah
         bertambah tambah banyaknya.

  • Ada

    orang yang merasa terhina,
         miskin, dan menderita. Lalu dia mencari jalan-jalan untuk menjadi mulia,
         kaya dan senang. Tapi dia tidak mendatangi Allah, dan tidak mencari
         jalan-jalan tersebut di sisi Allah. Melainkan ia cari dengan nafsu dan
         tawaran syetan dan dunia yang menggoda. Lalu apa yang ia dapatkan? Yang ia
         dapatkan malah bertambah-tambah hinanya, bertambah-tambah miskinnya, dan
         bertambah-tambah penderitaannya. Setelah itu semua terjadi,

  • Ada

    pedagang yang selalu rugi,
         ia ingin dagangannya laris. Lalu ia pergi ke orang pintar mencari azimat
         penglaris lalu ketika tidak laris-laris bakan selalu rugi barulah ia
         datang ke Allah

Saudara… memang tidak ada salahnya sih, dan memang belum
telambat sih menghadap Allah dan mencari ridho-Nya setelah masalah terhidang
dan mentok, Cuma kenapa tidak dari dulu saja kita ingat Allah kita libatkan
Allah dalam segala urusan kita?

Selamat mengubah diri menjadi hamba yang
senantiasa mengingat Allah, robbul jalaal wal ikrom Yang mampu menguba
kehidupan kita semudah mengubah siang menjadi malam dan malam menjadi siang.

 

(ARTIKEL
- 1)

SAHABAT SEJATI

 

In
qolla maali falaa khillun yushohibuni

Wa in zaada maali fakullunnaasi khullaani
Bila hartaku
sedikit maka tidak seorangpun yang datang berteman
Namun bila hartaku banyak Maka semua orang mengaku sahabatku

 

Demikian sepenggal kalimat bijak yang pernah
dihafal saat mondok yang hingga kini masih tersimpan di memori saya. Kalimat
singkat yang menyinggung apakah niat, tujuan dan motivasi persahabatan yang
kita jalin dengan seseorang karena harta ataukah karena Allah. Persahabatan
karena harta akan sirna bila sang sahabat tak lagi memiliki harta tapi bila
Allah sebagai tujuan maka sungguh itulah persahabatan yang abadi. Itulah
persahabatan yang sejati, persahabatan bebas roaming
yang membuat Allah senang dan ridho.

Gaya

hidup konsumtif, hedonisme dan BTAK (Biar Tekor Asal
Kesohor) sudah menjadi sindrom dan
virus yang membuat manusia harus menjadikan orang-orang kaya dan punya
kekuasaan sebagai pilihan nomor satu untuk menjadi teman bergaul dan
bersahabat. Dan sebaliknya, kebanyakan orang akan memilih menjauhi orang-orang
miskin dan orang-orang susah.

Gaya

hidup demikian jelas salah. Tidak boleh kita memilih-milih dalam
bergaul apalagi sampai membedakan orang berdasarkan status sosial dan ekonomi.
Bergaul dengan kalangan atas boleh-boleh saja, tapi kalau menutup diri untuk
orang-orang yang di bawah kita, ini yang tidak boleh karena akan menjadikan
hati kita kasar, keras, sombong, bisa kehilangan kasih sayang, terlebih jauh
lagi bisa-bisa kita akan jauh dari rasa syukur dan qona\’ah yang ada adalah perasaan selalu kurang sebab
hanya melihat mereka yang selalu diselimuti kesenangan akan gemerlapnya dunia.

Suatu hari Rasul bersabda, "Banyak-banyaklah kalian berkenalan dengan
orang-orang fakir serta miskin. Berbudi baiklah terhadap mereka sebab kelak
mereka akan mendapatkan kekuasaan," para sahabat bertanya,"Kekuasaan
apa, wahai nabi?"

"Bila kiamat tiba," lanjut
Nabi, "akan dikatakan pada mereka, perhatikan siapa yang dahulu pernah
memberimu makanan meski sesuap, minuman meski seteguk, dan pakaian meski selembar.
Maka peganglah tangannya, tuntunlah ke surga."

Jadi mulai saat ini, jangan memandang bahwa
memperhatikan orang miskin tidak ada gunanya. Jangan lagi menganggap bahwa
membantu mereka membuat status sosial kita jatuh, tangan kita kotor dan
ketularan susah. Buktinya ada saatnya mereka mendapatkan kekuasaan dari Allah,
ada kekuatan yang dimiliki orang-­orang miskin dan lemah, yaitu di hari tidak
ada kekuasaan selain kekuasaan Allah, di hari orang tidak mengenal saudara dan
sahabatnya tapi mereka berhak menuntun sahabatnya di dunia ke surga, menolong
sahabatnya ketika tidak ada lagi yang bisa menolong selain amal sholeh,
sementara kita tahu bahwa amal kita sangatlah tidak bisa menjadi sahabat yang
menolong lantaran sedikinya amal atau bahkan beramal tapi bercampur riya dan
bukan karena Allah.

Coba kita perhatikan nasehat Lukman tokoh
legendaris yang namanya terukir indah dalam AlQur\’ an­ kepada anaknya tentang
beberapa hal yang bila dilakukan maka akan mendapatkan hikmah dalam kehidupan,
diantaranya:

  • Hendaknya kau menghidupkan
         hati yang telah mati
  • Gemar bergaul dengan orang
         miskin
  • Menghormati orang yang
         rendah   
  • Menyantuni orang-orang yang
         dalam perantauan
  • Membantu orang-orang fakir

Pergauli orang miskin, beri dia sebagian
kebahagiaan yang kita nikmati, Bersahabatlah dengan orang susah, buat dia
tersenyum. Sejatinya bukan mereka yang memerlukan kita, tapi kita yang
memerlukan mereka untuk menyelamatkan diri kita yang selalu berlebih­-lebihan.

"Hingga apabila Kami timpakan azab terhadap
orang-orang yang hidup berlebih-lebihan di antara mereka, tiba-tiba mereka
memekik minta pertolongan pada hari ini, sesungguhnya kamu tidak akan
mendapatkan pertolongan dari Kami. "

(QS, Al Mu\’minuun [23]: 64-65)

 

Selamat
merubah diri menjadi pribadi-pribadi yang di cintai Allah dan rasul-Nya dengan
mencintai dan menjadi sahabat kaum dhu\’afa, masaakin dan anak_anak yatim

kisah nyata

February 27th, 2007 by moko-fido

(Kisah Nyata)

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?

Apakah kejahatan itu ada?

Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.

"Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor 

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?". Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma

Newton

untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya." Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah  kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.

"Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya." Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

semuanya pasti ada alasan….

February 7th, 2007 by moko-fido

Semua
dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar
angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat.

Aku tidak
memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.

Gedung
Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat
ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru.

Aku warga
biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke
Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos.

Akhirnya
datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan
pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.

Selama
beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA
mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa
lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku.

 

Beberapa
waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot
khusus di Kennedy Space Center.

Dari
43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100
orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi,
latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa
melewati ujian akhir ini?

Tuhan,
biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa. Lalu tibalah berita yang
menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku
hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah
menggantikan kebahagiaanku.

Aku
mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku?

 

Bagian
diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam?

Aku
berpaling pada ayahku. Katanya,"Semua terjadi karena suatu alasan."

Selasa,
28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran
Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang
impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar
berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku?

 

Tujuh
puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus
semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.

Aku
teringat kata-kata ayahku, "Semua terjadi karena suatu alasan." Aku
tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya
karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki
misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.

Aku
menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur
pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Tuhan
mengabulkan doa kita dengan 3 cara :

1.
Apabila Tuhan mengatakan YA

Maka kita
akan mendapatkan apa yang kita minta

2.
Apabila Tuhan mengatakan TIDAK

Maka kita
akan mendapatkan yang lebih baik

3.
Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU

Maka kita
akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan kehendak NYA

bagus buat yng sdh berumah tangga

January 29th, 2007 by moko-fido

Untukmu
Yang Selalu Setia

Hari itu
di pemakaman, siang begitu terik dan menyengat. Para pelayat

yang
kebanyakan berbaju hitam memadati lokasi pemakaman. Di antara

begitu
banyak orang, wanita cantik itu berdiri mengenakan pakaian dan

kerudung
berwarna putih, ekspresi tenang terlihat di raut wajah yang tersaput

kesedihan.

 

Pada saat
penguburan berlangsung, sebelum jenazah dimasukkan ke liang

lahat,
wanita itu mendekati jenazah yang terbungkus kain kafan kemudian

mencium
bagian kening jenazah dan membisikkan kata-kata tak terdengar

dengan
perasaan dan suasana yang sulit kulukiskan. Aku melihat keharuan

di antara
para pelayat menyaksikan adegan itu.

 

Wanita
itu adalah istri dari laki-laki yang pada hari itu dikubur.

Setelah
acara penguburan selesai satu persatu pelayat mengucapkan kalimat

duka cita
kepada wanita tersebut yang menyambut ucapan itu dengan

senyuman
manis dan kesedihan yang telah hilang dari wajahnya, seolah-olah

pada saat
yang seharusnya menyedihkan itu dia merasa bahagia.

 

Kudekati
wanita itu.

 

"Kak,
yang sabar ya, insya Allah abang diterima dengan baik di

sisi-Nya,"
ujarku perlahan. Dia menatapku dengan senyuman tanpa kata-kata. Rasa

penasaran
menyeruak dalam hatiku melihat ekspresinya. Tapi perasaan itu

tidak
kuungkapkan.

 

Beberapa
hari setelah pemakaman itu, aku datang ke rumah wanita itu.

Kudapati
ia sedang mengurus kembang mawar putih seperti apa yang sering

dilakukannya.
Kusapa dia dengan wajar, "Assalaamu’alaikum, sedang sibuk

kak?"
tanyaku

 

"Wa’alaikusallam…
Oh adik, ayo duduk dulu," jawabnya seraya

membereskan
perlengkapan tanaman.

 

"Saya
mengganggu kak?" tanyaku lagi,

 

"Kenapa
harus mengganggu dik, ini kakak sedang menyiapkan bunga untuk

dzikir
nanti malam," jawabnya.

 

Sesaat
setelah jawaban terakhir suasana hening terjadi di antara kami.

Dengan
hati-hati kuajukan perasaan yang selama beberapa hari mengganjal

di
hatiku. "Kak, apakah kakak tidak merasa sedih dengan kepergian

abang?"
tanyaku.

 

Dia
menatapku dan berkata, "Kenapa adik bertanya seperti itu?"

 

Aku tidak
segera menjawab karena takut dia tersinggung, dan, "Karena

kakak
justru terlihat bahagia menurut adik, kakak tersenyum pada saat

pemakaman
dan bahkan tidak mencucurkan airmata pada saat kepergian abang,"

ujarku.

 

Dia menatapku
lagi dan menghela nafas panjang. "Apakah kesedihan selalu

berwujud
air mata?" Sebuah pertanyaan yang tidak sanggup kujawab.

Kemudian
dia meneruskan kembali perkataanya. "Kami telah bersama sekian

lama,
sebagai seorang wanita aku sangat kehilangan laki-laki yang kucintai,

tapi aku
juga seorang istri yang memiliki kewajiban terhadap seorang

suami.
Dan kegoisanku sebagai seorang wanita harus hilang ketika

berhadapan
dengan tugasku sebagai seorang istri," katanya tenang.

 

"Maksud
kakak?" aku tambah penasaran.

 

"Sebuah
kesedihan tidak harus berwujud air mata, kadang kesedihan juga

berwujud
senyum dan tawa. Kakak sedih sebagai seorang wanita tapi

bahagia
sebagai seorang istri. Abang adalah seorang laki-laki yang baik,

yang
tidak hanya selalu memberikan pujian dan rayuan tapi juga teguran.

Dia
selalu mendidik kakak sepanjang hidupnya. Abang mengajarkan kakak

banyak
hal. Dulu abang selalu mengatakan sayang pada kakak setiap hari

bahkan
dalam keadaan kami tengah bertengkar. Kadang ketika kami tidak

saling
menyapa karena marah, abang menyelipkan kata sayang pada kakak di

pakaian
yang kakak gunakan. Ketika kakak bertanya kenapa? abang menjawab,

karena
abang tidak ingin kakak tidak mengetahui bahwa abang menyayangi

kakak
dalam kondisi apapun, abang ingin kakak tau bahwa ia menyayangi

kakak.
Jawaban itu masih kakak ingat sampai sekarang. Wanita mana yang

tidak
sedih kehilangan laki-laki yang begitu menyayanginya? Tapi …"

 

Dia
menghentikan kata-katanya.

 

"Tapi
apa kak?" kejarku.

 

"
Tapi sebagai seorang istri, kakak tidak boleh menangis," katanya

tersenyum.

 

"Kenapa?"
tanyaku tidak sabar. Perlahan kulihat matanya menerawang.

 

"Sebagai
seorang istri, kakak tidak ingin abang pergi dengan melihat

kakak
sedih, sepanjang hidupnya dia bukan hanya laki-laki tapi juga

seorang
suami dan guru bagi kakak. Dia tidak melarang kakak bersedih, tapi

dia
selalu melarang kakak meratap, kata abang, Allah tidak suka melihat

hamba
yang cengeng, dunia ini hanya sementara dan untuk apa ditangisi."

 

Wanita itu
melanjutkan, "pada satu malam setelah kami sholat malam

berjamaah,
abang menangis, tangis yang tidak pernah kakak lupakan, abang

berkata
pada kakak bahwa jika suatu saat di antara kami meninggal lebih

dahulu,
masing-masing tidak boleh menangis, karena siapa pun yang pergi

akan
merasa tidak tenang dan sedih, sebagai seorang istri, kakak wajib

menuruti
kata-kata abang."

 

"Pemakaman
bukanlah akhir dari kehidupan tapi adalah awal dari

perjalanan,
kematian adalah pintu gerbang dari keabadian. Saat di dunia ini

kakak
mencintai abang dan kita selalu ingin berada bersama dengan orang

yang kita
cintai, abang adalah orang baik. Dalam perjalanan waktu abang

lah yang
pertama kali dicintai Allah dan diminta untuk menemui-Nya,

abang
selalu mengatakan bahwa baginya Allah SWT adalah sang Kekasih dan

abang
selalu mengajarkan kakak untuk mencintai-Nya. Saat seorang Kekasih

memanggil
apakah kita harus bersedih? Abang bahagia dengan kepergiannya.

Dalam
syahadatnya abang tersenyum dan sungguh egois jika kakak sedih

melihat
abang bahagia," sambungnya.

 

Tanpa
memberikan kesempatan untuk aku berkata, serangkaian kata terus

mengalir
dari wanita itu,

 

"Kakak
bahagia melihat abang bahagia dan kakak ingin pada saat terakhir

kakak
melihat abang, kakak ingin abang tau bahwa baik abang di dunia

maupun di
akhirat kakak mencintainya dan berterima kasih pada abang

karena
abang telah meninggalkan sebuah harta yang sangat berharga untuk

kakak
yaitu cinta pada Allah SWT. Dulu abang pernah mengatakan pada kakak

jika kita
tidak bisa bersama di dunia ini kakak tidak perlu bersedih

karena
sebagai suami istri, kakak dan abang akan bertemu dan bersama di

akhirat
nanti bahkan di surga selama kami masih berada dalam jalan Allah.

Dan abang
telah memulai perjalanannya dengan baik, doakanlah kakak ya

dik
semoga kakak bisa memulai perjalanan itu dengan baik pula. Kakak

sayang
abang dan kakak ingin bertemu abang lagi."

 

Kali ini
kulihat kakak tersenyum dan dalam keheningan taman aku tak

mampu
berkata-kata lagi.

 

#diambil
dari milis kafe muslimah

menegangkan

January 29th, 2007 by moko-fido

* Ya Gitu
Dech By: (iva_sativa) voted: 193 Cerita Lucu - vote

Karena
asik memotret sunset dan mengeksplorasi wilayah yang baru pertama kali dia
kunjungi, seorang travel photografer baru menyadari bahwa dia sudah tersesat
dan ditinggal oleh rombongannya. Dan tanpa disangka-sangka, hujan badai turun!,
Spontan fotografer itu bete abis… udah tersesat, gelap, ujan pula…

 

Tapi
akhirnya timbul harapan… Di ujung jalan dia melihat lampu mobil
perlahan-lahan mendekat. Tidak mau kehilangan kesempatan, dia melambaikan
tangannya untuk meminta tumpangan.

 

Ketika
mobil tersebut mendekat, tanpa mau membuang waktu, sang fotografer langsung
naik ke mobil, duduk dan kaget!!! Karena dia baru menyadari bahwa mobil
tersebut tidak ada yang mengemudikan.

 

Tapi
daripada bete, fotografer tersebut tetap bertahan berada di dalam mobil, sambil
berdoa (menurut agamanya masing-masing).

 

Dalam
perjalanan di dalam mobil yang berjalan dengan pelan sekali, ketika mobil
sepertinya akan menabrak pohon atau jatuh ke jurang, tiba-tiba muncul sebuah
tangan dan mengendalikan setir agar mobil tidak menabrak atau jatuh. dan hal
tersebut terus terjadi berulang kali.

 

Akhirnya,
ketika mobil mendekati sebuah warung kopi, fotografer tersebut buru2 turun dan
memesan secangkir kopi (gak mahal kayak yang di setiabudi building, kopi mahal,
he6x). Sambil menangis terisak-isak, fotografer tersebut menceritakan kejadian
seram yang baru saja dia alami.

 

Setelah
selesai bercerita, fotografer tersebut akhirnya pingsan kelelahan dan juga
karena menahan rasa takut.

 

Mendadak,
dua orang berpakaian kotor dan basah kuyup masuk ke dalam warung kopi dan
melihat sang fotografer yang sedang pingsan. Spontan salah satu dari mereka
berkata, "Itu dia kampret yang numpang di mobil yang lagi kita
dorong!"

kuliah

January 26th, 2007 by moko-fido

pertama gw kuliah 3 bulan pertama doang gwe semangat,….:(,  kesini"nya perasaan capeeeeeekkk….. banget,….hufff……gwe pikir kuliah kelas karyawan tu enak, santai, n gak neko", eh gak taunya,…..ABCD,…;))…. tugas banyak, gak masuk nilai berkurang, wah pokoknya repot dah gak seperti yang gwe bayangin,…. [-o<Ya Allah teguhkanlah hati ku ya Allah Agar aku bisa menyelesaikan kuliah ku……[-o<Aminnnn…

bacanya ampe abis ya… bagus lho..

January 24th, 2007 by moko-fido

Catatan
Harian Seorang Pramugari

 

Saya
adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan
perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang
mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang
monoton.

 

Pada tanggal
7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan
pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.

 

Hari ini
jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat
penuh pada hari ini.

 

Diantara
penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan
terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu
pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman
sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik
pesawat.

 

Ketika
pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke
20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku
ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.

 

Kami
menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak,
kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi tempat duduk juga
ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian
makanan kami melihat dia duduk dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan
makanan juga ditolak olehnya.

 

Akhirnya
kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara
kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah dipesawat
boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam pesawat.

 

Kami
menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh
seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua
kali, kami melihat dia melirik ke penumpang disebelahnya dan menelan ludah,
dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh dimeja dia,
ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak
usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini
dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan
kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya,
katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air
kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir. Pada
saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan
kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat
sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan
itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.

 

Setelah
kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum
secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.

 

Dia
menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung
sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat tiga di Peking.
anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal
bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal dikota
akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk
putra bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik
mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani
bapaknya bersama-sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu
boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri
akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.

 

Dengan
merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya, ketika
melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut
ditempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh
ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang
sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas
bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan
karung tersebut.

 

Saat
dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas
dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan,
meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat
hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan
kecil? dan meminta saya meletakan makanannya di kantong tersebut. Dia
mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin
membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.

 

Menurut
kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata seorang desa
menjadi begitu berharga.

 

Dengan
menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami
mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada
penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek
tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya
menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya
sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya terharu dan
menjadi pelajaran berharga bagi saya.

 

Sebenarnya
kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada
saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di
pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia
melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya,
yaitu dia berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima kasih dengan
bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik
yang dijumpai, kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum
air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak
memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak
tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian. Semoga Tuhan membalas
kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya.
Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seseorang anggota yang
bekerja dilapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.

Selama
5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang sudah saya jumpai,
yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi belum pernah menjumpai
orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan
tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan minuman dan makanan,
tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami
mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering
dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak
bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat saya
sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya dimasa
datang yaitu jangan memandang orang dari penampilan luar tetapi harus tetap
menghargai setiap orang dan mensyukuri apa yang kita dapat.